۩Thanks To ۩

Wednesday, January 18, 2012

ANALISIS PUISI GADIS PEMINTA-MINTA KARYA TOTO SUDARTO BAHTIAR BERDASARKAN TUJUH TEORI SASTRA


TA. Pengkajian Puisi
- Untuk memahami pemaknaan keseluruhan dari puisi, maka puisi dapat diteliti dan dianalisis menggunakan tujuh teori sastra, yakni : Struktural Roman Ingarden, Semiotik, Psikologi, Sosiologi, Resepsi, dan Sastra Bandingan. -



BAB I
PENDAHULUAN

I.              Latar Belakang
Karya sastra terdiri atas dua genre, yaitu prosa dan puisi. Prosa merupakan karangan bebas, sedangkan puisi adalah karangan terikat. Untuk memahami pemaknaan keseluruhan dari puisi, maka puisi dapat diteliti dan dianalisis menggunakan tujuh teori sastra, yakni : Struktural Roman Ingarden, Semiotik, Psikologi, Sosiologi, Resepsi, dan Sastra Bandingan.

II.           Rumusan Masalah
Mengetahui makna keseluruhn puisi dengan menggunakan tujuh teori yakni : Struktural Roman Ingarden, Semiotik, Psikologi, Sosiologi, Resepsi, dan Sastra Bandingan.



BAB II
PEMBAHASAN

Puisi yang digunakan adalah Puisi karya Toto Sudarto Bahtiar yang berjudul ‘Gadis Peminta-minta’. Puisi tersebut akan dianalisis menggunakan tujuh teori. Berikut hasil analisks :
Gadis Peminta-Minta
setiap kita ketemu,gadis kecil berkaleng kecil
senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
tengadah padaku,pada bulan merah jambu
tapi kotaku jadi hilang,tanpa jiwa
ingin aku ikut ,gadis kecil berkaleng kecil
pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok
hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan
gembira dari kemajuan riang
duniamu lebih tinggi dari menara katedral
melintas-lintas diatas air kotor,tapi yang begitu kau hafal
jiwa begitu murni,terlalu murni
untuk bisa membagi dukaku
kalau kau mati,gadis kecil berkaleng kecil
bulan diatas itu,tak ada yang punya
dan kotaku,,,ah kotaku hidupnya tak lagi punya tanda
-Toto Sudarto Bahtiar-

2.1    Struktural Roman Ingarden
Roman Ingarden dalam bukunya Das Literarische Kuntswerk (via Rachmat Djoko Pradopo, 2002; 14-20) meneyebutkan lima lapisan sebagai berikut :

2.1.1 Lapis Bunyi
Lapis norma pertama adalah lapis bunyi (sound stratum), yang merupakan serangkaian bunyi. Lapis bunyi mempunyai tujuan untuk menciptakan efek puitis dan nilai seni. Toto tidak terikat dengan rima dalam penulisan puisi Gadis Peminta-Minta (GPM). Meskipun tidak terikat dengan rima, namun ada baris-baris puisinya yang mengandung persamaan bunyi baris.
setiap kita ketemu,gadis kecil berkaleng kecil
senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
tengadah padaku,pada bulan merah jambu
tapi kotaku jadi hilang,tanpa jiwa
Bait pertama baris pertama ber-asonansi a dan i, kedua u dan a, ketiga a dan u, keempat a.
hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan
Bait kedua baris ketiga memiliki bunyi aliterasi n, pada kehidupan, angan-angan, gemerlapan.
melintas-lintas diatas air kotor,tapi yang begitu kau hafal
Bait ketiga baris kedua memiliki bunyi aliterasi s pada kata melintas, lintas, di atas. Bait keempat tidak memiliki bunyi baris. Sedangkan untuk bait keempat tidak mengandung persamaan bunyi dalam baris.

2.1.2 Lapis Arti
Lapis bunyi mendasari timbulnya lapis kedua, yaitu lapis arti (units of meaning). Bunyi-bunyi pada puisi yang tersusun rapi tersebut mengandung makna yang dapat dipahami pembaca.
Pada bait pertama pengarang menempatkan dirinya sebagai si aku yang bertemu dengan gadis peminta-minta yang membawa kaleng kecil di tanganya guna menyimpan uang belas kasihan dari orang lain. Setiap bertemu dengan gadis kecil itu, ‘aku’ merasa terharu melihat gadis sekecil itu sudah bekerja mencari uang. Apalagi saat hari kasih sayang valentein, gadis kecil belum bisa mendapatkan kebahagaiaan.
Pada bait kedua menggabarkan keingintahuan ‘aku’ untuk mencari tahu kehidupan gadis kecil. Ia mengikutinya hingga ke tempat tinggalnya, di bawah jembatan yang kumuh, jauh dari kehidupan maju yang berada di atas jembatan.
Pada bait ketiga ‘aku’ merasa bahwa gadis kecil itu berhak mendapatkan hidup yang lebih layak dari ini, karena ia telah banyak menderita. Terlalu sering menderita sehingga ‘aku’ tak berani membandingkan kesedihannya dengan duka anak kecil itu.
Pada bait keempat ‘aku’ merasa sedih membayangkan jika tak ada gadis kecil seperti itu di dunia ini. Bulan yang menjadi lampu jika malam tiba, tidak akan merasa dibutuhkan oleh manusia, sebab semua orang terlalu sibuk untuk memikirkan bahkan membutuhkan bulan.

2.1.3 Lapis Ketiga
Lapisan ini muncul setelah lapis bunyi dan lapis arti. Wujud dari lapis ketiga ini berupa latar, pelaku, objek, dunia pengarang, dan sebagainya, yang dikemukakan dalam puisi. Dalam puisi GPM terdapat tokoh gais kecil dan ‘aku’. Objek yang digunakan adalah pekerjaan gadis kecil, kaleng kecil yang selalu dibawa. Sedangkan untuk latar tempat adalah di kota, bawah jembatan. Untuk latar suasana adalah pada malam hari, karena terdapat bulan merah jambu. Kita bisa melihat bulan hanya waktu hari gelap. Yang dibuktikan pada baris
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
2.1.4 Lapis Dunia
Lapis pembentuk makna dalam sajak ialah lapis ‘dunia’ yang tak dinyatakan, namun sudah implisit tergambar dalam puisi. Meskipun dalam puisi GPM tidak disebutkan fisik gadis kecil, namun dalam benak pembaca sudah bisa menggambarkan sosok gadis kecil, berpakaian compng-camping, dan berjalan membawa kaleng kecil.
2.1.5 Lapis Metafisis
Setelah mengerti keempat lapisan sebelumnya, pada lapisan kelima ini menyebabkan pembaca berkontemplasi terhadap puisi tersebut. Dalam puisi GPM berupa ketragisan hidup gadis kecil. Gadis yang seharusnya bermain dengan teman sebayanya di sekolah, harus meminta-minta.

2.2         Semiotik
Karya sastra terdiri dari rangkaian struktur yang bermakna, yang menggunakan bahasa sebagai tanda yang memiliki makna. Sistem tanda tersebutlah yang dinamakan semiotik.
Dalam puisi GPM terdapat tanda  :
-          Sebenarnya dalam puisi GPM, gadis kecil adalah simbol dari kaum ‘mereka’ yang kurang beruntung merasakan kasih sayang, meskipun pada bulan kasih sayang yang seluruh orang kota merayakannya.
-          tengadah padaku, pada bulan merah jambu, yang memberi makna pada bulan februari. Pada bulan ini, dunia berubah mmenjadi merah jambu karena memperingati hari kasih sayang, valentine.
-          tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa. Tanpa jiwa disini dimaksudkan orang kota terlalu senang menyambut hari kasih sayang, sehingga melupakan gadis kecil, orang yang paling embutuhkan kasih sayang.

2.3         Stilistika
Secara umum stilistika adalah ilmu tentang gaya bahasa yang memberi keindahan. Seperti pada puisi GPM yang indah dalam kata-katanya. Pemilihan bulan merah jambu itu penuh tanda yang digunakan dan menggambarkan kebahagian yang kontras dengan isi, ketidak bahagiaan.
Majas penglihatan tergambar pada setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil, yang menggambarkan pertemuan ‘aku’ dengan gadis kecil dengan kaleng kecil di tangannya.

2.4         Psikologi
Ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya. Menurut asalnya katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno: Psychē yang berarti jiwa dan logia yang artinya ilmu, sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa.
Jiwa ‘aku’ pada puisi GPM adalah rasa terharu yang digambarkan pada baris ‘Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka’.Rasa kasihan dan terharu membuat ‘aku’ mengikuti dimana tempat tinggal gadis. Semakin miris dan sedih melihat tempat tinggal gadis kecil dibawah jembatan kumuh, yang diatasnya aalah kota yang maju.

2.5         Sosiologi

Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Walaupun banyak definisi tentang sosiologi namun umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat.
Puisi GPM juga berhubungan dengan masyarakat, masyarakat kota. Masyarakat kota yang merayakan bulan kasih sayang justru tidak memberikan kasih sayang kpada orang yang sanagat membutuhkan kasih sayang, seperti gadis kecil, atau orang miskin lainnya. ditambah dengan kehidupan kta yang kontras sekali dengan kehidupan bawah jembatan.

2.6         Resepsi   
Resepsi sastra secara singkat dapat disebut sebagai aliran yang meneliti teks sastra dengan bertitik tolak pada pembaca yang memberi reaksi atau tanggapan terhadap teks itu. Pembaca selaku pemberi makna adalah variabel menurut ruang, waktu dan golongan sosial budaya. Menurut perumusan teori ini, dalam memberikan sambutan terhadap sesuatu karya sastra, pembaca diarahkan oleh horizon harapan. " Horizon harapan " ini merupakan reaksi antara karya sastra di satu pihak dan sitem interpretasi dalam masyarakat penikmat di lain pihak.
Untuk meneliti dengan pendekatan resepsi, dalam makalah ini akan digunakan tanggapan dari penulis untuk mengkaji puisi GPM. Menurut penulis yang diposisikan sebagai pembaca, puisi ini merupakan puisi kritikan terhadap masyarakat kota yang terlalu senang dengan kehidupan mereka, padahal masih banyak orang yang membutuhkan diluar sana.

2.7         Sastra Bandingan
Menurut Wellek dan Warren (1989: 47), kemunculan studi sastra bandingan sebagai disiplin dari studi sastra bisa dikatakan masih relatif baru. Sehingga studi sastra bandingan masih kurang populer dibanding dengan studi sastra yang lain. Menurut Hosilos (2001: 28) menyatakan bahwa konsep yang digunakan dalam mengaji sastra bandingan itu mengacu pada dua hal. Pertama, sastra bandingan mengaji perbandingan antara karya sastra pengarang satu dengan pengarang lain yang hidup di dua negara yang berbeda. Kedua, sastra bandingan mengaji perbandingan antara karya sastra dengan karya seni yang lain, seperti seni lukis, seni musik, dan seni yang lainnya. Bahkan pada konsep kedua ini, sastra dapat diperbandingkan dengan bidang ilmu dan kepercayaan yang lain atau di luar sastra.
Puisi GPM akan dibandingkan dengan puisi karya Chairil Anwar yang berjudul Kepada Peminta-Minta.



Gadis Peminta-Minta
setiap kita ketemu,gadis kecil berkaleng kecil
senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
tengadah padaku,pada bulan merah jambu
tapi kotaku jadi hilang,tanpa jiwa
ingin aku ikut ,gadis kecil berkaleng kecil
pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok
hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan
gembira dari kemajuan riang
duniamu lebih tinggi dari menara katedral
melintas-lintas diatas air kotor,tapi yang begitu kau hafal
jiwa begitu murni,terlalu murni
untuk bisa membagi dukaku
kalau kau mati,gadis kecil berkaleng kecil
bulan diatas itu,tak ada yang punya
dan kotaku,,,ah kotaku hidupnya tak lagi punya tanda
-Toto Sudarto Bahtiar-




Kepada Peminta-minta
Baik, baik aku akan menghadap Dia
Menyerahkan diri dan segala dosa
Tapi jangan tentang lagi aku
Nanti darahku jadi beku
Jangan lagi kau bercerita
Sudah tercacar semua di muka
Nanah meleleh dari luka
Sambil berjalan kau usap juga.
Bersuara tiap kau melangkah
Mengerang tiap kau memandang
Menetes dari suasana kau datang
Sembarang kau merebah.
Mengganggu dalam mimpiku
Menghempas aku di bumi keras
Di bibirku terasa pedas
Mengaum di telingaku.
Baik, baik aku akan menghadap Dia
Menyerahkan diri dan segala dosa
Tapi jangan tentang lagi aku
Nanti darahku jadi beku
-Juni 1943-
-Chairil Anwar-



Kedua puisi tersebut sama-sama menggambarkan tentang kemiskimnan, ketragisan hidup, dan pertemuan ‘aku’ dengan peminta-minta. Namun perbedaan keduanya ada di dampak psikologis yang ditimbulkan setiap kali ‘aku’ bertemu dengan peminta-minta. Dalam puisi pertama (Gadis Peminta) ‘aku’ merasa iba, kasihan terhadap gadis kecil, karena gadis kecil itu tidak bisa menikmati hari kasih sayang, hanya tidur di bawah jembatan. Namun dalam puisi kedua (Kepada Peminta-minta) ‘aku’ merasa berdosa setiap kali bertemu peminta-minta. ‘aku’ merasa melihat dosa-dosanya jika dipertemukan dengan peminta-minta. Karena takut akan dosanya itulah ‘aku’ berusaha mendekatkan diri pada Tuhan.


DAFTAR PUSTAKA

-          Kumpulan Makalah Mahasiswa Sastra Indonesia dalam Mata Kuliah Pengkajian Puisi.

☝Thanks for reading guys. And please coment me ✍

4 comments:

Himuro Yukina Mō Fubuki (氷室 ゆきな ちゃん) said...

wow.. puisinya bagus. izin copas ya XDD

he.he.he

novilycious said...

Siip gan...
Semoga bermanfaat,.

Anonymous said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Anonymous said...
This comment has been removed by a blog administrator.