۩Thanks To ۩

Thursday, April 5, 2012

Tugas Kritik Sastra


Ini adalah tugas mata kuliah Kritik Sastra.
Sebelumnya aku minta maaf jika ada pertanyaan yang tidak aku jawab dengan lengkap, ya?
Kalo kurang lengkap dan salah, mohon dimaklumi,
namanya juga belajar, hehe...


PERTANYAAN
1.        Apakah perbedaan antara “Keusastraan yang bersifat kreatif” dengan “Kesusastraan yang bersifat ilmiah”? terangkan, da masing-masing berilah sebuah contoh
2.        Berdasarsifat-sifat penelitianya, Ilmu Sastra terdiri dari tiga bidang studi. Sebutkan dan masing-masing jelaskan pengertiannya!
3.        Tunjukkan hubungan antara ketiga bidang studi tersebut dan berilah dua contoh yang menunjukkakn hubungan itu!
4.        Tunjukkan persamaan dan perbedaan antara “Kritik Sastra” dengan “Apresiasi Sastra”. Sebutkan sebuah buku kritik sastra dan buku apresiasi sastra!
5.        Kapan dalam kesusastraan Indonesia ada tulisan kritik sastra? Bidang studi itu kita dapatkan dari mana?
6.        Tunjukkan kegiatan kritikus dalam menghadapi karya sastra yang akan di kritik!
7.        Apakah fungsi kritik sastra bagi pembaca, pengaran, dan perkembangan ilmu sastra?
8.        Sebutkan perbedaan antara kritik akademik dengan kritik jurnalistik!
9.        Terangkan apa yang dimaksud dengan “Kritik teoritik” dengan “Kritik praktik”?
10.    Golongkan buku-buku di bawah ini berdasarkan pelaksanaan kritiknya :
a.         “BUKU dan PENULIS” oleh Amir Hamzah
b.         “PUJANGGA SANUSI PANE” oleh Y. U. Nasution
c.         “TANGGAPAN DUNIA ASRUL SANI” oleh M. S. Hutagalung
d.        “ANALISA” oleh H. B. Yassin
e.         “KESUSASTRAAN INDONESIA MODERN dalam KRITIK dan ESEI” oleh
H. B. Yassin
f.          “ROMAN ATHEIS, ACHIDAT KARTAAMIHARDJA” oleh Bo En S. Oemaryati
11.    Siapakah yang menggolongkan kritik sastra berdasarkan pendekatan/orientasinya? Sebutkan nama kritik sastra tersebut dan terangkan maksudnya!
12.    Diantara kritik sastra-kritik sastra tersebut, mana yang paling digunakan dan mana yang muda adanya?
13.    Kritikus Pujangga Basu umumnya menggunakan pendekatan yang mana? Sebutkan dua orang kritikus dengan buku kritiknya!
14.    Kritikus angkatan 45 menggunakan dua pendekatan. Sebutkan kritikus yang mendekatannya sama (dua golongan. Sebutkan pula kritikus dengan karyanya masig-masing sebuah!
15.    Kapan kritik akademik mulai ditulis dalam kesusastraan kita? Menggunakan pendekatan apa? Sebutkan dua orang kritikus akaemik degan karyanya!

JAWABAN

1.        Perbedaan sastra kreatif dan ilmiah adalah jika sastra kreatif berwujud karangan hasil pengarang, sedangkan sastra ilmiah berwujud karangan hasil penelitian para peneliti sastra.
Contoh :   sastra kreatif : “Laskar Pelangi” oleh Andrea Hirata
                 Sastra ilmiah : “Tanggapan Dunia Asrul Sani” oleh M. S. Hutagalung

2.        a. Ilmu teori sastra : cabang ilmu sastra yang meneiti pengertian sastra, hakikat sastra, prinsip sasra, latar belakag sastra, susunan yang ada dalam suatu karya sastra.
b.  Ilmu sejarah sastra : cabang ilmu sastra yang meneliti dan menghasilkan suatu gambaran tetang perkembangan kesusastraan sejak awal hingga sekarang.
c. Ilmu kritik sastra : cabang ilmu sastra yang meneliti, menilai, menimbang suatu karya sastra tertentu secara langsung

3.      hubungan antara ketiga ilmu sastra tersebut sangat berkaitan karena dengan ilmu sastra, kita dapat mengetahui sejarah sastra...

4.      Persamaan : Apresiasi dan Kritik sastra sama-sama membaca, suatu karya sastra
Perbedaan : Apresiasi sastra adalah kegiatan membaca, memahami, mengenal karya sastra agar dapat menemukan nilai-nilai yang ada dalam karya sastra tersebut.
Kritik Sastra adalah kegiatan membaca dengan bertujuan mencari nilai-nilai yang ada di dalam karya sastra dengan cara memahami karya sastra tersebut.

5.        Istilah kritik sastra muncul di Indonesia pada abad xx , setelah para sastrawan Indonesia memperoleh pendidikan menurut sistem Eropa.

6.        a. Membaca karya sastra tersebut
b. menggolongkan dari periode mana
c. menganalisis/ menguraikan disertai tulisan
d. menerangkan karya sastra bgmna klebihan dan kekurangn
e menilai memberi ke simpulan, menentukan nilai karya sastra

7.        a. Fungsi kritik sastra bagi pembaca untuk memberikan jawaban atas pertanyaan yang timbul setelah membaca suatu karya sastra,.sehingga dapat dikatakan bahwa kritik sastra menjadi perantara antara pembaca dengan pengarang.
b. Fungsi kritik sastra bagi pengarang untuk memberikan penilaian sehingga pengarang mendapat masukkan mengenai mutu karyanya.
c. Fungsi kritik sastra bagi ilmu sastra untuk mendukung teori dan sejarah sastra. Bagi sejarah sastra, kritik sastra berguna untuk memilih karya-karya yang tepat dicantumkan dalam rangkaian sejarah. Sedangkan bagi teori sastra, kritik sastra berfungsi untuk menentukan karya sastra bernilai susastra atau tidak.

8.        Kritik akademik : kritik yang dilakukakn oleh calon sarjana sastra, misalnya makalah, skripsi, disertasi.
Kritik jurnalistik : kritik yang ditulis oleh sastrawan atau wartawan, misalnya esai.

9.        Kritik teoritik : bidang kritik sastra yang bekerja atas dasar prinsip umum, menerapkan kriteria untuk menilai karya sastra.
Kritik terapan/praktik : bidang kritik sastra yang menerapkan teori-teori kritik sastra untuk menilai karya sastra.

10.    a. “BUKU dan PENULIS” oleh Amir Hamzah à kritik sastra terapan, kritik sastra yudisial
b. “PUJANGGA SANUSI PANE” oleh Y. U. Nasution à kritik sastra terapan, kritik sastra induktif,
c. “TANGGAPAN DUNIA ASRUL SANI” oleh M. S. Hutagalung à kritik sastra terapan, kritik sastra induktif
d. “ANALISA” oleh H. B. Yassin à kritik sastra yudisial, kritik sastra impresionistik
e. “KESUSASTRAAN INDONESIA MODERN dalam KRITIK dan ESEI” oleh H. B. Yassin à kritik sastra yudisial, kritik sastra impresionistik
f. “ROMAN ATHEIS, ACHIDAT KARTAAMIHARDJA” oleh Bo En S. Oemaryati à kritik sastra induktif

11.    Abrams membagi kritik sastra berdasarkan pendekatan/orientasi menjadi 4 :
a.    Karya sastra : menganggap karya sastra sebagai keseluruhan yang berdiri sendiri, otonom, bebas dari pembaca, beban pengarang, dan lingkungan sosial, disebut kritik objektif.
b.    Sastrawan : menghubungkan karya sastra dengan pengarang, memandang karya sastra sebagai dunia batin pengarang, disebut kritik ekspresif.
c.    Alam : menghubungkan karya sastra denan alam, menganggap karya sastra sebagai tiruan alam, disebut kritik mimetik.
d.   Pembaca : menghubungkan karya sastra dengan pembaca, mendapati efek terntentu dari pembaca, disebut kritik pragmatik.

12.    Kritik mimetik adalah pendekatan kritik sastra yang tertua, sedangkan pendekatan yang muda adalah pendekatan objektif, yang digunakan pada awal abad 20.

13.    Kritikus angkatan 45 adalah Sanusi Pane, Armyn Pane, J. E. Tatengkeng, Amir Hamzah, W. J. S. Poerwodarminto, dan S. T. A. Semua kritikus pujangga baru, kecuali S. T. A,  menggunakan pendekatan ekspresif, karena pada masa itu beraliran romantisme.
-          “Sifatnya Kesusastraan Baru” oleh J. E. Tatengkeng
-          “Studi Sastra Prosa” oleh Amir Hamzah

14.    a. Pendekatan mimetik : H. B. Yassin, Chairil Anwar, Asrul Sani, Sitor Situmorang, Slamet Muljana, Pramudya Ananta Toer.
Contoh : “Fiksi Indonesia Dewasa Ini” oleh Jakob Sumarjo
b. Pendekatan pragmatik : Sitor Situmorang dan Pramudya Ananta Toer.
Contoh : “Penilaian Novel Belenggu” oleh Sutan Takdir Alisahbana
-          Sitor Situmorang dan Pramudya Ananta Toer menggunakan kedua pendekatan tersebut.

15.    Pada periode 1956 mulai timbul kritik akademik. Kritikus akademik pertama adalah Subagio Sastrowardoyo, Umar Yunus, yang menggunakan pendekatan objektif dan ekspresif.
Pada tahun 60-an muncul kritikus akademik yang menggunakan pendekatan objektif

☝Thanks for reading guys. And please coment me ✍

3 comments:

cara pemesanan trica jus said...

hei...makasih yah contekannya....

♥ NoviLycious ♥ said...

Masama..
senang bisa membantu. hehe :p

muhammad komaruddin said...

Siiippppp.... I like it.
yang sering aja post hal kayak gini.... kan bisa bantu mereka yang butuh contekan... hahhaaa..
pisssss...
http://co2m-7.blogspot.com/